Konsep Dasar Pengembangan Pendidikan di Kab. MTB

DASAR PENGEMBANGAN

• Pembukaan UUD 1945 Alinea Keempat ”Mencerdaskan Kehidupan Bangsa” merupakan tanggung jawab kita bersama baik Pemerintah Pusat, Propinsi, Kabupaten, Sekolah, serta Stakeholder Pendidikan.

• bergulirnya UU No. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah Kebijakan, Strategi, dan Implementasi dan Permasalahan di Bidang Pendidikan menjadi Tanggung Jawab Pemerintah Daerah

• Penguatan Lokal, Faktor Dukungan Internal dan Eksternal dimana kita kembali kepada ”Piramida Terbalik” dimana pengembangan dimulai dari ”Bottom Up” dari bawah yakni Guru dan Siswa.

• dukungan Eksternal Pendidikan di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, yaitu Basic Education Project 2002 – 2006, UNICEF Program Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), Pengembangan ICT (Information, Communication, and Technology) 2005 – 2009

• Usulan Program yang akan dikembangkan yaitu: Pendidikan Berbasis Online (Online Base Education)

Sistem Manajemen Pendidikan mengalami perubahan seiring dengan perkembangan dunia dalam masa transisi, masa krisis, MASA IT (Informasi dan Teknologi) (Sekarang) sehingga perlu ditata dengan baik sesuai Visi, Misi Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maluku Tenggara Barat di Bidang Pendidikan.

Peningkatan % Nilai APK (Angka Partisipasi Kasar), dan APM (Angka Partisipasi Murni) di semua jenjang pendidikan TK, SD, SMP, SMA/SMK.

• Sehingga 5 (Lima) tahun terakhir bertumpuh pada pembangunan Fisik, sehingga peningkatan mutu sumber daya manusia (Non Fisik) belum optimal.

• Pola Pengembangan ini yang harus diperhatikan dan akan direncanakan dari dua tahun terakhir, yaitu : Pemerataan Akses, Peningkatan Mutu (Pembangunan Non Fisik) merupakan Point terpenting dalam pengembangan PENDIDIKAN dengan Menurunkan secara bertahap Pembangunan Fisik dan Menaikan Pembangunan (Non Fisik).

DATA POKOK PENDIDIKAN adalah Penguatan Data dan Informasi Pendidikan melalui PENGUATAN dan PENYEDIAAN Jasa Konektifitas Jaringan Terpusat (Jardiknas)

• POLA TAHAPAN PERTAMA Zone Kantor Diknas yaitu PENGELOLAAN DATA POKOK PENDIDIKAN (DAPODIK) di Kabupaten Maluku Tenggara Barat

• POLA TAHAPAN KEDUA Zone Sekolah yaitu Pengembangan Jaringan ke Sekolah bagi Guru dan Siswa Tahun 2008.

• POLA TAHAPAN KETIGA Zone Guru dan Siswa yaitu Pengembangan ke arah PENDIDIKAN BERBASIS ONLINE (Online Based Education) tahun 2009 secara meluas dalam mendukung Perluasan Akses Rayonisasi ditingkat Desa sampai dengan Kecamatan sehingga Pemerataan Pendidikan dapat terwujud dengan Berbagai Informasi cepat, akurat dan terpercaya demi peningkatan kualitas Guru dan Siswa

• POLA TAHAPAN PERTAMA Zone Kantor Diknas yaitu PENGELOLAAN DATA POKOK PENDIDIKAN (DAPODIK) di Kabupaten Maluku Tenggara Barat

• POLA TAHAPAN KEDUA Zone Sekolah yaitu Pengembangan Jaringan ke Sekolah bagi Guru dan Siswa Tahun 2008.

• POLA TAHAPAN KETIGA Zone Guru dan Siswa yaitu Pengembangan ke arah PENDIDIKAN BERBASIS ONLINE (Online Based Education) tahun 2009 secara meluas dalam mendukung Perluasan Akses Rayonisasi ditingkat Desa sampai dengan Kecamatan sehingga Pemerataan Pendidikan dapat terwujud dengan Berbagai Informasi cepat, akurat dan terpercaya demi peningkatan kualitas Guru dan Siswa

Kualitas Pelayanan dengan memanege kondisi sesuai dengan POLA Pengembangan Manajemen Terpadu (Integrative), merupakan suatu siklus Roda Manajemen yang saling berhubungan satu dengan yang lain.

AUDIT DAN PENGENDALIAN INTERN yang dirangkum dalam PROGRESS REPORT yang bertujuan :

  1. Sebagai Alat Kontrol bagi Pengguna Anggaran mengimplementasikan Program dan Kegiatan dalam Peningkatan Kinerja Aparatur bagi Pelayanan Publik (Masyarakat)
  2. Sebagai Alat Ukur bagi Pengambil Kebijakan (CEO) dilingkup Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas
  3. Sehingga sangat perlu dibutuhkan Tim Review dalam Kelompok Kerja yakni Pembentukan Tim Asistansi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

TIM ASISTANSI, adalah sekelompok orang yang mampu menganalisa, merencanakan dan mengevaluasi Laporan-laporan Kegiatan dalam Bentuk Progress Report di setiap Program dan Kegiatan sebagai wahana Tolok Ukur Kinerja dalam Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Dinas (LAKIP) dalam akhir tahun.

Kualitas Pelayanan dengan memanege kondisi sesuai dengan POLA Pengembangan Manajemen Terpadu (Integrative), merupakan suatu siklus Roda Manajemen yang saling berhubungan satu dengan yang lain

Suksesnya perumusan strategi tidak memberi jaminan bahwa implementasi strategi akan suskses, perlu memberi perhatian pada korelasi antara perumusan strategi dan implementasi strategi tersebut terhadap pengambil kebijakan (Kepala SKPD) atau (CEO) secara a Constructive, Emotional and Oriented. Spt Tabel dibawah ini:

Rencana Strategi:

Strategi Perencanaan Pendidikan disusun berdasarkan Implementasi program pada tingkat lokal (Kabupaten) secara Adaptif dengan menjabarkan Visi dan Misi Pemerintah Daerah dalam Bidang Pendidikan yakni mengembangkan kecerdasan, kreatifitas, dan kearifan lokal yakni dengan Skala Prioritas PENINGKATAN MUTU, Pemerataan dan Perluasan Akses, dan Tata Kelola, serta Pencitraan Publik bagi Akuntabilitas Pengelola Pendidikan.

Strategi 1. Penjabaran Program Pendidikan

Dalam Pola Pengembangan ini yang harus diperhatikan dan akan direncanakan dari dua tahun terakhir, Pemerataan Akses, Peningkatan Mutu (Pembangunan Non Fisik) merupakan Point terpenting dalam pengembangan PENDIDIKAN dengan Menurunkan secara bertahap Pembangunan Fisik dan Menaikan Pembangunan (Non Fisik).

Lanjutan…

Rekomendasi :

  1. dicanangkan Pendidikan secara Integratif, Adaptif, Rayonisasi, Regrouping, Pemerataan menuju Perluasan Akses
  2. perlu dibukanya Balai Latihan Kerja (BLK) untuk Sekolah-Sekolah Kejuruan Bagi Siswa yang tidak Mampu/Miskin melanjutkan ke Perguruan Tinggi
  3. Pegembangan dan Peningkatan Ketrampilan-ketrampilan khusus seperti Kursus-Kursus
  4. Perlu adanya Perpusatakaan Umum Daerah ”Orang jadi Bodoh apabila tidak mau membaca dan bila tidak membaca jadi Bodoh. ”Taman Bacaan
  5. Pembukaan Perguruan Tinggi dan Sekolah Tinggi yang cocok (sesuai Kebutuhan Daerah)
  6. Lingkungan Internal melalui Peningkatan Sumber Daya Manusia Guru dan Siswa dengan mengembangkan Mutu Pengajaran (Penguatan Lokal) dalam Bentuk Diklat, Magang, Studi Banding, Workshop, Seminar dan Lokakarya, dll
  7. Peran serta Orang Tua dan Partisipasi Masyarakat untuk pembentukan lingkungan Eskternal
  8. Peningkatan IT (Informasi Teknologi) dengan memberikan manfaat dalam membangun sektor pendidikan, maka dijumpai pula beberapa kelemahan dari pemanfaatan Teknologi, antara lain:

a. diperlukan biaya yang relatif mahal untuk investasi yang pertama kalinya, apakah itu biaya untuk membeli peralatan ICT maupun pembangunan gedung untuk menyimpan peralatan tersebut;

b. keterbatasan sumber daya manusianya (SDM). Mereka yang dapat mengoperasionalkan ICT terutama untuk program-program yang lanjut (advance) adalah terbatas;

c. masih banyaknya pejabat atau pembuat kebijakan yang gagap teknologi sehingga kurang memberikan apresiasi terhadap perkembangan ICT

Saumlaki ,28 Nopember 2007.

*)Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

Asistensi : Ernes A. Falikres, 2006-2007

Andittyaman2007@yahoo.co.id

(Medio Blog, 2008)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: