Kajian Pola Pikir Perencanaan Manajemen Pendidikan 2002-2006

“Adapun maksud Penulisan ini adalah untuk mengarahkan dan menjelaskan segala kondisi, Program dan kegiatan Pendidikan secara Nasional yang telah/akan dilaksanakan di Kabupaten Maluku Tenggara Barat guna terlaksananya KEBIJAKAN Pemerataan dan Perluasaan Akses Pendidikan oleh Pemerintah Daerah.”

Sub Title:  “Data dan Informasi  sangatlah penting dalam memanajemen pola perencanaan”

Kajian Program LOAN 4455-IND and IDA Credit 3188 – IND Sulawesi and Eastern Islands Basic Education Project (Proyek Peningkatan Pendidikan Dasar) di wilayah Kabupaten Maluku Tenggara Barat dengan tujuan yaitu Pengurangan Dampak Krisis, peningkatan akses, peningkatan mutu dan peningkatan manajemen pengelolaan pendidikan  lebih diarahkan kepada peran serta masyarakat kepada Pihak Sekolah dan Komite Sekolah. Pelajaran yang bisa dipetik : adalah secara individual/kelompok Pihak Sekolah, Komite Sekolah yang diarahkan oleh Bank Dunia dalam Proyek ini adalah Partisipasi Masyarakat sehingga memperoleh bantua proyek dimana akan terjadi Siklus Perputaran Uang/Ekonomi dari Sekolah untuk Lingkungan masyarakat disekiar lokasi proyek terkena imbas peningkatan yang dilaksanakan.   Sedangkan Kontraktor sebagai Mitra Pembangunan. Secara kelembagaan/Instansional Pemerintah Daerah dapat mengadopsi beberapa pola administrasi dan manajemen program peningkatan pendidikan dasar yang didanai oleh Pinjaman Bank Dunia.  Rekomendasi/Saran: Peningkatan Kualitas Penyelenggara perlu adanya analisa faktor untuk peningkatan mutu serta kualitas sesuai dengan kondisi daerah/wilayah kerja dalam pelaksanaan secara teknis administrasi dan manajemen keuangan Program/Kegatn yang berkelanjutan perlu disesuaikan dengan kondisi wilayah. Jenis Program-program yang dapat diadopsi oleh Pemerintah Daerah adalah: 1) Pemetaan Sekolah (School Mapping) yang uptodate; 2) Pemberian Subsidi (Block Grants); 3) Pendidikan dan Pelatihan Teknis (Fellowship/Training/Workshop); 4) Program Guru Bantu Sementara/Kontrak, Pada Point 4. Sangat perlu diperhatikan dan dibutuhkan Jumlah Guru dan Sekolah tidak sebanding yaitu untuk 1 : 9,93 untuk SD, sedangkan 1:8,73 untuk SMP berdasarkan Laporan Teknis Tahunan 2006.

Sustainability Program: perlu pelaksanaan Program-program BEP ditingkatkan dan dilanjutkan demi kesinambungan dan pengembangan pendidikan.  Upaya dan langkah dalam rangka keberlanjutan adalah: 1) Dalam perencanaan perlu keterlibatan secara langsung instansi-instansi terkair; 2) personil yang akan dibentuk untuk pendampingan keberlanjutan program BEP adalah mereka yang profesional serta mengetahui seluk beluk pendidikan dan permasalahannya; 3) Mekanisme dan Manajemen Kinerja Kerja Staf/Personil perlu mendapat perhatian khusus dalam peningkatan kapasitas sumberdaya manusia; 4) Updating Data dan Informasi Pemetaan Pendidikan didalamnya sudah tertampung permasalahan pendidikan guna penentu kebijakan dan keberlanjutan arah dan tujuan dan misi pendidikan secara khusus mendukung misi pemerintah daerah.

——————————–

Ketua Tim Unit Perencanaan Pendidikan BEP II

Ref: Julius Masrikat, SE (Pimpro) – John Lelmalaya, SE (Sekbagpro) – Ny. A.P. Emola (Benbagpro)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: