Petunjuk Penyusunan Laporan Realisasi Anggaran

Tujuan dari laporan realisasi/perhitungan anggaran adalah mengungkapkan kegiatan keuangan pemerintah yang memenuhi karakteristik kualitatif laporan keuangan.

Laporan Realisasi/Perhitungan Anggaran menyajikan ikhtisar sumber, alokasi dan pemakaian sumber daya ekonomis yang dikelola oleh pemerintah dalam suatu periode. Laporan Realisasi/Perhitungan Anggaran menggambarkan perbandingan antara anggaran pendapatan, belanja dan pembiayaan dengan realisasinya dalam satu periode akuntansi yang menunjukan ketaatan terhadap ketentuan perundang-undangan.

Laporan Realisasi/Perhitungan Anggaran harus disertai informasi tambahan yang menjelaskan hal-hal yang mempengaruhi pelaksanaan anggaran seperti kebijakan fiskal dan moneter, sebab-sebab terjadinya perbedaan yang material antara anggaran dan realisasinya serta daftar-daftar yang merinci lebih lanjut angka-angka yang dianggap perlu untuk dijelaskan.

Pos-pos dalam laporan realisasi anggaran meliputi :

  • Pendapatan
    1. Pendapatan Perpajakan
    2. Pendapatan Negara Bukan Pajak
    3. Pendapatan Hibah
  • Belanja
    1. Belanja Operasi
    2. Belanja Modal

Contoh Format Laporan Realisasi Anggaran

Gambar LKKR

Pendapatan

Pendapatan adalah penambahan ekuitas dana lancar pemerintah karena penerimaan yang berasal dari berbagai sumber.
Pendapatan diklasifikasikan menurut sumber dan pusat pertanggungjawaban. Pendapatan diakui pada saat dibukukan pada Kas Umum Negara. Pembukuan pendapatan harus dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu membukukan penerimaan bruto, dan tidak diperbolehkan mencatat jumlah nettonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran)
Realisasi anggaran pendapatan harus dibukukan sesuai dengan klasifikasi yang ditetapkan. Pengembalian/koreksi atas penerimaan pendapatan (pengembalian pendapatan) yang terjadi pada periode penerimaan pendapatan , dibukukan sebagai pengurangan pendapatan. Apabila pengembalian terjadi pada periode berikutnya, dibukukan dalam ekuitas dana lancar.

Belanja

Belanja adalah pengurangan ekuitas dana lancar pemerintah untuk pengeluaran yang ditetapkan dalam dokumen otorisasi kredit anggaran (allotment).
Belanja diklasifikasikan menurut fungsi, organisasi dan jenis belanja. Klasifikasi fungsi adalah klasifikasi yang didasarkan pada fungsi-fungsi utama pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Klasifikasi menurut jenis belanja yaitu belanja operasi dan belanja modal.
Belanja operasi meliputi belanja pegawai, belanja barang, belanja pemeliharaan, belanja perjalanan dinas, pembayaran bunga hutang, subsidi, belanja lainnya non investasi. Belanja diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari Kas Umum Negara/Kas Daerah.
Realisasi anggaran belanja harus dibukukan sesuai dengan klasifikasi yang ditetapkan. Koreksi atas pengeluaran belanja (penerimaan kembali belanja) yang terjadi pada periode pengeluaran belanja, dibukukan sebagai pengurangan belanja. Apabila diterima pada periode berikutnya, dibukukan dalam ekuitas dana lancar.
Belanja Modal adalah pengeluaran anggaran untuk aset tetap atau aset lainnya yang manfaatnya lebih dari satu tahun anggaran.

Sumber:http://www.bpkp.go.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: