Kane noak mamyakenar marbutsira na yembori, rkobal sir na yembori a Mlayaran I na kese yoran mangafen tomwate, Lusi mangafen tomwate, raflayo samele balit, amangrutu mlama ngelat ma keyai I Lorfan mla metwale iKelmase, mla famudi iThamrian, mla famudi korlelean, manamtoran weri suan, amla urnir batlolmesan aslyar tinafsau Slyaruw.— nn
aertinya:
Pada waktu itu mereka berkumpul di Jempori pada suatu tempat kecil karena, Naga Laut (Matakus) pada musim dating didarat makan manusia dan Burung Elang (Rajalwali) makan manusia, mereka lari sembarangan (terpisah), Ken Lorfan lakukan perjalanan trus, dan yang tengah tinggal kilmasa (Ken Rawan), yang berikut dari yang tua ke Thamrian (Ken Atafun), dan yang berikut adalah (Ken Nawak) tinggal di pinggiran sungai (Batmafut) – Sangliat Krawain, dan Saudara sebiji perempuan (Ken Aslyaruw) kawin di Selaru…
Syair lagu ini merupakan bukti sejarah asal-usul lima basudara yang terpisah karena akibat persengketaan yang terjadi… cerita dibawah ini hanya berupa resensi Perahu Lusianik (Nus Das)…. LusiAnak (NusBab)…
Sumber :Mondos Sorluri (Ken Ataur), Carolus Sorluri (Ken Alakamin Sairatu), Suprianus Batlyel (Ken Ametamin Sainli), Viktor Atdjas (Ken Leman Mparetyamin)
Alusi Krawain Ken Lorfan 1 (sulung), Kilmasa (Ken Rawan), Thamrian (Ken Atafun), Sangliat Krawain (Ken Nawak), Selaru (Ken Aslyarwe)
Sejarah menggambarkan kebanggaan, kemegahan, kemuliaan suatu kampong, desa, pulau atau Negara maupun bangsa yang dapat…
Serang Adaut… Tidur di Tanjung jambori turun di Lakateru masih dekat, jadi datang di Wetole Sifnana (Malirmasele sebagai Duan) Sifnana Weidas (Kampung Lama Sifnana) Lerebulan… diambil dari Latdalam… beberapa hari… lanjutkan perjalanan kembali karena dekat dengan adaut akan menyerang kembali… sampai di Amdasa Tanjung Kalkoi su malam cari air mau minum (bawa guci) pergi cari air mereka seng dapat pulang kembali… lalu kase tahu seng ada air… guci ditinggalkan namanya NgusLalaur (Cari air)… tiba disangliat krawain sungai Batmafut… yang bungsu namanya Ken Nawak bilang ke kakak saya ini ada Boba (Kaskado) saya tinggal dekat sungai setiap pagi sore saya bersihkan luka-luka ini… teruskan perjalanan langsung ke Tubun Oryoin langsung ke Kilmasa Ken Rawan Kakak Kedua tengah hari mereka haus minum kelapa hanyut mereka lihat sungai kecil (Mata air kecil) adfa kucing minum air lalu mereka minum air… lalu pulang ke kampong kaka saya tinggal disini dan kaka mau teruskan perjalanan dengan Kaka atafun dan Lorfan kembali ke Oryoin Tubun melakukanj jalan ke Hutan bernama Ulsolnar (Webosik) Manusia Kepala Tajam… (Orang Lerebulan kepala Panjang Kebalakng)…(Bukti su Pwencuri oleh…)… Turun cari meti ada lihat satu orang tuan sedang bameti di pantai Lamol / Batnyame…. Orang tua Malayamin Aselu (Bpk dari 5 Saudra/ Moyang dari Berasadi Bapaknya Ken Fuful) (Ken Aselu) dari Krawain… Orang tua itu dari Bukjalim Ken MetinNdruin… bertanya ke orang tua tersebut… ditanjung sana ada orang ka seng… Io ada orang disebelah, Ken Aselu pesan ke orang disana besok kita ketemu di tanjuung sana (Ken Akonamin-Arlyaku) dari Batjase,… kemudian besok harinya Ken Aselu tunggu di tanjung sana Pagi hari… jam tiga lewat baru dong dating… Kenapa beta su tunggu lama kenapa lama sekali baru dating… besok hari baru ketemu lagi…esok harinya mereka berunding untuk menebang hutan untuk buat kampong baru (Nus) dan mereka memanggil keluarga untuk tinggal di tanjung (Tubun)… Berunding kembali kase nama apa?… karena saya duluan (Ken Aselu), saya tunggu tidak dating, dan saya pertama maka saya kase nama JEMPORi yaitu dinamakan dari Kampung Lama di LatdALam Jembori… bersama sama tinggal dengan adik Ken Atafun… Lalu buat Natir dinamakan RESITALU sedangkan yang menduduki sebagai perahu yang dimuka itu orang tua nama Ken Awalun… ditengah sebagai tuan adat. Ken Salokw, yang dibelakang perahu Ken Sairatu yang fandirin resitalu adalah Loran (Ken Wan namayar)… Hidup hingga beranak cucu… pada waktu itu ada satu burung LUS hinggap ditanjun Jembori kebetulan ada orang tua satu nama Ken Salil menangkap burung itu lalu pelihara sampai Besar sampai tangkap anak-anak pung kepala sehingga waktu itu Burung itu hinggap dipohon besar namanya (Walyeuw) dan Orang Tua Ken Akonamin mendapatkan burung itu lalu memberitahu orang orang disitu bilan ke tiga orang namanya: 1. Ken Salil, 2, Ken Salokw, 3. Ken Awalun dengan Ken MetinNdruin berunding bersama Tanya kepada Tuan Burung (Ken Salil) karena sudah makan manusia (anak2) burung itu harus dimatikan lalu mereka berunding untuk panahj burung itu… lalu tuan burung memberikan izin untuk panah burung itu dan mereka berunding untuk doa untuk panah burung itu yang mendoakan adalah Ken Akonamin Arlyakuw (Batjase) yang panah adalah Ken Metin Ndruin (Bukjalim)… Panah danb mati lalu bawa ke Tuan Burung untuk dipotong dia lalu dibagi atas lima (5) selu (Bakul) ke 5 Kampung yaitu: Krawain (Jantung), Bukjalim, Batjasse (Kepala), Thamrian, dan Kelaan… lalu untuk mempersatukannya maka diberikan nama Alusi… (O’lusi) sebutan Burung dialek Nus Bab… Nus Das (Alusi)…
Dari tanah yang menyebabkan…
Adaut…. Soa Lerebulan/Marga disana berasal dari Ken Aslyaru hingga keturunan hingga sekarang…
Maaf masih dalam tahap penulisan Bahasa Inggris…
oleh Ken Sisindir-Andityaman 2009.


