Laporan ICT Sept 2008

September 30, 2008

A. Latar Belakang

Suatu perencanaan program atau kegiatan tergantung dari basis data yang tersedia dimana Basis Data (database) merupakan data primer dalam pengembangan suatu program dan kegiatan.

Data memberikan wacana dan dasar penentu suatu kebijakan. Sehingga Penguatan dan Pengelolaan data sangat membutuhkan Dana, Waktu, serta SDM dalam mengolahnya.

Faktor SDM dan Loyalitas merupakan Faktor Utama Keberhasilan Penguatan Basis Data yang valid dan ter-up to date.

Pengelolaan data pendidikan sangat dipengaruhi oleh Pengadaan Fisik maupun Non Fisik sehingga guna menjembatani luasnya pangkalan data maka ditunjuk Jasa Konsultan (Pendamping Perencanaan) yang menangani pelaksanaan teknis dilapangan yaitu Asistensi sebagai Kordinator Lapangan yang mendamping dan membimbing Proses Perencanaan dan Pengendalian Program Pendidikan di Kabupaten ke Dinas/Institusi Pendidikan terkait lewat Item Pendukung Pengembangan IT meliputi: E-mail, Chatting, Call Center, atau atau lewat Media dan Fasilitas yang disediakan oleh ICT.

Read the rest of this entry »


Laporan Pendamping ICT Kab. MTB(3)

September 28, 2008

Kesimpulan

1.   Jardiknas merupakan Program Nasional sangat dibutuhkan kerja sama antar pusat daerah Tahun 2008 kedepan sangat dibutuhkan partisipasi Pemerintah Daerah dalam Item Kegiatan Berbasis Online sangat penting dan dilaksanakan sehingga kedepan kabupaten dapat memiliki pendataan yang valid tergantung keseriusan Pemerintah Daerah.

2.   Tata Kelola Manajemen Data dan Informasi yang teruptodate

3.   Segi Teknis dan operasional pelaksanaan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten perlu keloyalitasan secara akuntabel sesuai koridor petunjuk teknis (Juknis) selama ini belum optimal dilaksanakan.

4.   Masalah yang dihadapi Program Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas) dari hasil Survey Pelaksanaannya yang terintegrasi dengan Propinsi mengalami beberapa permasalahan yang dihadapi:

(a). Masalah tersedianya orang yang mengoperasionalkan (SDM), masih terbatas

(b). Masalah tersedianya dana, belum adanya dana sharing dari pemerintah daerah dalam mendukung program dimaksud.

(c). Masalah koordinasi dan kerja bersama yang masih banyak yang harus ditingkatkan, antara Bagian Perencanaan dan Pengendalian Program (Diknas) dan Pemerintah Daerah (PEMDA)

(d). Masalah sistem keamanan jaringan, dan

(e). Masalah kesinambungan tata kelola sistem jaringan di setiap lokasi. Belum digunakan secara optimal.

B. Saran

1.   Pemanfaatan baik dari sisi Fisik dan Non Fisik teknis serta operasional harus sesuai dengan juknis

2.   Diharapkan kepada Pemerintah Daerah mengadopsi pelaksanaan Pendataan secara Online disetiap SKPD Penerapan Sistem Jaringan yang sekarang ini dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga

3. Jikalau berkenaan Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan Pengelolaan Data dan Informasi mencanangkan Kota Saumlaki Online IT (SoIT) 2008 pada Bulan Pertengahan Oktober 2008 dengan Joint bersama Dinas Pendidikan dengan Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi.

4. Program SoIT 2008 diperuntukan dalam lingkup SKPD mengingat tantangan Perkembangan IT semakin pesat dalam pelaksanaan e-Government menuju Pemerintahan yang Baik secara transparan dan akuntabel 2007 – 2012.

BAB IV

PENUTUP

Demikian laporan ini sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan pendampingan ICT di Kabupaten Maluku Tenggara Barat bagi Pengambil Kebijakan (Policy), memang disadari Penyediaan Sarana dan Prasarana sangat mahal, tetapi dampak kedepan sangat berarti bagi Pelayanan Masyarakat dan kita jangan dianggap Gagap Teknologi (Gaptek) Mari kita mulai dari sekarang mencanangkan Program ini kapan lagi.

Semoga Bermanfaat.

PERSONAL SERVICE LINK!


Sejarah Garuda (LUS) Versi 1, Sejarah Garuda (LUS) Veri 2.Foto Family’s di ManadoTinjaun Perspektif Budaya LokalBasic Eudaction Project Loan IBRD 4455-IND/Ida Credit 3188-INDPrioritas Pembangunan Tahun 2008, Laporan Pendamping ICT 2008Konsep Dasar ICT Kabupaten Maluku Tenggara Barat


Laporan Pendamping ICT Kab. MTB 2008(2)

September 28, 2008

Resume:   Jaringan Pendidikan Nasional

JARDIKNAS adalah Jaringan Pendidikan Nasional Jardiknas merupakan salah satu terobosan strategi penyediaan infrastruktur dan konektifitas jaringan skala nasional sebagai “Layanan Dasar” pembangunan ICT untuk Pendidikan Nasional.

Peran Jardiknas sangat penting dalam upaya pemerintah untuk melaksanakan integrasi, efisiensi dan efektifitas penyediaan konektivitas ICT yang relatif murah dan terjangkau bagi masyarakat pendidikan.

Pada tahun 2006 mencakup 460 lokasi diperluas hingga 1104 lokasi di tahun 2007.

Jardiknas akan terus dikembangkan dan diperluas hingga mencakup seluruh institusi pendidikan dan komunitas pendidikan di seluruh Indonesia di masa-masa yang akan datang.

Perkembangan dan perluasan infrastruktur akan selalu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi ICT secara kontinyu / berkelanjutan di masa depan.

Link

Total

Jumlah Baru

Jumlah Eksisting

Intranet Diknas Propinsi

34

1

33

Intranet Diknas Kota/Kab

462

71

391

Intranet Unit Depdiknas

119

110

9

Intranet SKB

66

56

10

Intranet Perpustakaan dan Museum Nasional

30

30

-

Intranet ICT Center (PGSD)

93

93

-

Intranet Zona Perguruan Tinggi

300

230

70

Sumber *: Materi Pelatihan Operator Jardiknas di Malang

Sebagai sarana pendukung telah dilaksanakan program Pendidikan Jarak jauh, serta beasiswa tenaga teknisi (D3TKJ) dan pelatihan tenaga operator di setiap wilayah propinsi serta kabupaten/kota.

a. Data

-        Pengadaan Peralatan Infrastruktur yang dimiliki adalah 2 (dua) V-Sat (satelite bumi) dan Modem yang berada di lokasi SMP Negeri 1 Tanimbar Selatan dengan 1 (satu) Unit Komputer dan SMK Negeri 2 Saumlaki dengan pendukung 30 Unit Komputer yang Online

-        Kab. MTB memiliki 10 orang Mahasiswa yang mengikuti Program Beasiswa ICT Depdiknas sebagai Provider D3TKJ adalah Politeknik Universitas Pattimura Ambon

b. Analisa

-        Pemanfaatan serta pengelolaan data dengan masih sangat dibutuhkan 10 (Sepuluh) Unit sedangkan SMK masih membutuhkan perangkat Wireless untuk menjangkau seluruh beberapa sekolah yang berada dalam jangkauan signal

-        Pemanfaatan ruangan dan operasional belum optimal dan efisien

-        Masih sangat dibutuhkan 2 (dua) Titik Node yang dapat menjangkau beberapa gugusan pulau besar direncanakan di Larat Tanimbar Utara serta pulau Wetar sehingga rentang kendali diperkecil penyebaran dan pengumpulan data primer bagi pemerintah daerah.

-        Adanya bantuan APBN bagi pelaksanaan Program Nasional

c. Evaluasi

-        Proses Pelaksanaan sesuai Juknis dan telah diserahterimakan pengadaan peralatan sekaligus pemasangan serta penyetelan oleh pihak Teknisi TELKOM dan setiap 1 tahun sekali diadakan monitoring peralatan.

-        dibutuhkan bantuan dana Pendamping Pemerintah Daerah dalam menindaklanjuti keberlanjutan Program Nasional secara kontinue

-        Pengembangan Peralatan masih sangat dibutuhkan. (Sharring)

-        Bantuan Studi Pendidikan Diploma bagi Tenaga Teknisi Jaringan Komputer (TKJ) lewat Jardiknas (Sharring)

Resume:   Data Pokok Pendidikan (Dapodik)

Salah satu kegiatan utama dari ICT adalah Dapodik (Data Pokok Pendidikan) yang tertata, tersimpan Abadi dalam Bank Data Nasional memiliki Nomor Identifikasi Khusus/Unik bagi Siswa (Nomor Induk Siswa Nasional), Guru (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan), dan Sekolah (Nomor Pokok Sekolah Nasional). Program ini didanai lewat Dana APBN dari tahun 2006 – 2007 untuk Infrastruktur dan Operasional dalam tahun 2008 ini dan selanjutnya diharapkan pihak Pemerintah Kabupaten/Kota mendukung dalam membiayai dana sharring agar program ini dapat keberlanjutan.

Pengelolaan Data oleh Tim Operator Jardiknas Dapodik telah memiliki sertifikasi Standar Internasional ISO 9001:2000 Cert. No.QEC21936  Durasi 20 JPL

Data Siswa, Guru dan Sekolah yang telah teruploader dalam sistem jaringan online berada di Bank Data Depdiknas sebagai validasi kebijakan penyelenggaraan pemerataan dan perluasan akses pendidikan secara Nasional hingga ke Kabupaten/Kota.

a. Data

-        Pada tahun 2006 s.d bulan Nopember 2007  Data Statistik  Siswa (NISN) yang terdaftar Propinsi Maluku teruploder 26.109.283 org sedangkan Kab. MTB sebanyak SD 236 Sekolah, 15.601 org; SMP 156 Sekolah, 5.332 org; SMA/SMK 51 sekolah, 2.869 org; PT 2 Sekolah, 0 org sehingga Total 443 Sekolah, 23.802 org.

-        Pada Tahun 2008 perubahan Tim Operator Jardiknas melakukan Pelatihan singkat kepada beberapa staf diknas oleh Pendamping (Asistensi) ICT Kabupaten untuk mengolah data NISN dan NPSN  Pada tanggal 3/9/2008 pkl 13:10:00 WIB  Data Statistik  Siswa (NISN) yang terdaftar Propinsi Maluku teruploder 35.281.658 org sedangkan Kab. MTB sebanyak SD 283 Sekolah, 20.682 org; SMP 146 Sekolah, 4.970 org; SMA 40 sekolah, 2.159 org; SMK 13 sekolah, 965 org; PT 2 Sekolah, 0 org sehingga Total 484 Sekolah, 28.776 org.

-        Bagi Guru NUPTK Kabupaten Maluku Tenggara Barat  telah terdaftar update 06 Mei 2008 di Website http://www.NUPTK.jardiknas.org   sebanyak  3.874 orang

b. Analisa

-        Dari Data Statistik Siswa yang belum terdaftar 30% dari 50 ribuan org dan pendobolan Nama Sekolah dan Siswa 5% perlu divalidasi oleh Tim Operator Kabupaten

-        Masih Perlu divalidasi dengan Data terbaru  guna pemanfaatan Nomor Unik tersebut pada tahun 2009 yakni pada Data Perencanaan Subsidi Bantuan Pendidikan berupa Dana BOS, BKM dan Bantuan Rehab karena tanpa Nomor tersebut atau tidak terdaftar itu merupakan tanggung jawab Pemerintah Daerah.

-        Sosialisasi oleh Dinas Pendidikan belum optimal dan efisien diketahui masyarakat pendidikan kegunaan dan manfaat Program Jardiknas.

-        Penyaluran Dana Sharring untuk tahun 2008 dilimpahkan kepada Pemerintah Daerah untuk menindak lanjuti program pendataan pendidikan dimaksud

c. Evaluasi

-        dibutuhkan bantuan dana Pendamping Pemerintah Daerah dalam menindaklanjuti keberlanjutan Program Nasional secara kontinue

-        Perlu Penambahan Tenaga Honorer bidang teknisi dan Operator.

-        Bantuan Subsidi Pendataan Pendidikan (Sharring)

-        Data NISN yang telah terdata akan digunakan tahun depan dalam Ujian Nasional, Penyaluran bantuan BOS, BKM, dan Beasiswa secara nasional

-        Data NUPTK digunakan LPMP Maluku sebagai Tolok ukur Sertfikasi, Register secara nasional dan abadi, maupun kegiatan-kegiatan teknis maupun fungsional di bidang Pendidikan yang akan diadakan di Propinsi maupun Pusat belum terakumulasi secara optimal.

-        Pendanaan infrastruktur dan operasional belum dikelola secara optimal

Resume :Pangkalan Data dan Informasi WebServer 2007 (Padatiweb)

Pangkalan data dan Infornasi salah satu program depdiknas dibidang IT yakni Pendataan Sarana dan Prasarana Sekolah, Siswa dan Pemelajaran dari TK, SD, SMP, SMA/SMK, PLB, PLS lewat dilaksanakan oleh Kelompok Kerja Pendataan Diknas Kab/Kota dengan mendapat Bantuan Infrastruktur dan Operasional.

Arah dan Tujuan  Memberdayakan peran pengelola data dan informasi pendidikan di tingkat kabupaten kota dalam upaya mendukung pemenuhan data dan informasi pendidikan yang lengkap, akurat di wilayah kabupaten/kota.

¨            Pembangunan infrastruktur pendukung jaringan pangkalan data pendidikan terintegrasi dengan pangkalan data Depdiknas

¨            Penjaringan data pendidikan persekolahan wajar 9 tahun dan pendidikan luar sekolah(PLS)

¨            Untuk operasional sistem informasi pendataan pendidikan

¨            Untuk pemeliharaan sistem jaringan komputer

¨             Pengadaan lisensi perangakat lunak sistem operasi

Program ini diarahkan kepada tingkatan atau semua jenjang pendidikan dalam administrasi dan keuangan yang dimiliki oleh Sekolah secara Online dengan sasaran pemberian block grant ini adalah 441 Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota pada dan 33 Dinas Pendidikan Provinsi. dan bisa dipergunakan Pemerintah Daerah lewat Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga dalam perluasan akses informasi dan keadaan kondisi hingga kecamatan.

Program ini diawali dengan pengisian form yang disalurkan lewat Diknas Kab/Kota

a. Data

-        Perolehan data yang akan diback up masih 0,00% untuk tahun 2007 hingga akhir tahun 2007 dan awal tahun 2008 data telah dibackup CD BLANK Pencapaian Pendataannya  yang dapat dijangkau 3,5%  Tingkat TK; 8,33%Tingkat SD; 2,54% Tingkat SMP, 2,67%Tingkat SMA, dan 55% Tingkat SMK telah diserahkan kepada KK-Datadik.

-        Form data yang diberikan belum terakomodir ke Sekolah-sekolah TK, SD, SMP, SMA/SMK

-        Sesuai Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Infrastruktur Padatiwwb memiliki 1 (satu) Unit Komputer Server dan 4 (empat) Unit Komputer Workstation, 1 (satu) Unit Printer Laser jet dan peralatan pendukung jaringan.

-        Pengadaan Infrastruktur 2 (Unit) Komputer (Workstation) 95% belum diadakan pengadaan.

-        Bantuan operasional dan Pengadaan Peralatan telah direalisasikan bulan Nopember 2007

b. Analisa

-        Perolehan data yang akan diback up  masih 0,00%, korlap mengelolah bersama Operator yang dipercayakan untuk mengolah data mentah yang diambil dari Laporan Bulan dari tiap-tiap sekolah per 31 Agustus 2007 (Kerja Awal)  sudah dikirim ke KORWIL (mr_jenggot_salaf@yahoo.co.id ) dan Pak Edy.Syafwan@gmail.com

-        Langkah yang akan dicapai kemungkinan jika Form di disitribusi ke berbagai sekolah-sekolah pengiriman kembali bisa memakan waktu 1 (satu) hingga 2 (dua) bulan

-        Tidak ada dana pendamping dari Dinas maupun Pemerintah Daerah.

-        Keterlambatan Dana Operasional dan Peralatan oleh Depdiknas Balitbang sehingga KK-Datadik belum bekerja secara optimal

-        Form tersebut akan dikirim pada akhir bulan Nopember  atau Awal Desember 2007  lewat PSP-Balitbang.

-        Perlu adanya Penyaluran Dana untuk tahun 2008 atau kedepan dilimpahkan kepada Pemerintah Daerah untuk menindak lanjuti program pendataan pendidikan dimaksud

c. Evaluasi

-        Belum ada keseriusan dari Pihak Dinas dalam menanggapi program dimaksud

-        Faktor penyebaran sekolah yang tidak merata sehingga pendataan yang telah dikirim sulit dikembalikan.

-        Perlu Penambahan dana operasional.

-        Pendanaan infrastruktur dan operasional belum dikelola secara optimal

-        Bagi Pemerintah Daerah diharapkan mengadopsi sistem pendataan karena ini merupakan data terpusat dan transparansi menyangkut profil sekolah siswa, sarana dan prasarana, tingkat kelulusan dan naik kelas setiap jenjang dapat diketahui.

-        Creative Networking Service, merupakan keberlanjutan program yaitu penyedia layanan/Prasarana Penunjang  bagi Sekolah maupun instansi atau lembaga terkait yang berada di Kabupaten/kota dalam membangun jaringan LAN (Local Area Network) .

PERSONAL SERVICE LINK!


Sejarah Garuda (LUS) Versi 1, Sejarah Garuda (LUS) Veri 2.Foto Family’s di ManadoTinjaun Perspektif Budaya LokalBasic Eudaction Project Loan IBRD 4455-IND/Ida Credit 3188-INDPrioritas Pembangunan Tahun 2008, Laporan Pendamping ICT 2008Konsep Dasar ICT Kabupaten Maluku Tenggara Barat


Laporan Pendamping ICT Kab. MTB 2008(1)

September 28, 2008

Suatu perencanaan program atau kegiatan tergantung dari basis data yang tersedia dimana Basis Data (database) merupakan data primer dalam pengembangan suatu program dan kegiatan.

Data memberikan wacana dan dasar penentu suatu kebijakan. Sehingga Penguatan dan Pengelolaan data sangat membutuhkan Dana, Waktu, serta SDM dalam mengolahnya.

Faktor SDM dan Loyalitas merupakan Faktor Utama Keberhasilan Penguatan Basis Data yang valid dan ter-up to date.

Pengelolaan data pendidikan sangat dipengaruhi oleh Pengadaan Fisik maupun Non Fisik sehingga guna menjembatani luasnya pangkalan data maka ditunjuk Jasa Konsultan (Pendamping Perencanaan) yang menangani pelaksanaan teknis dilapangan yaitu Asistensi sebagai Kordinator Lapangan yang mendamping dan membimbing Proses Perencanaan dan Pengendalian Program Pendidikan di Kabupaten ke Dinas/Institusi Pendidikan terkait lewat Item Pendukung Pengembangan IT meliputi: E-mail, Chatting, Call Center, atau atau lewat Media dan Fasilitas yang disediakan oleh ICT.

Faktor Pendampingan dengan suksesi Pelaksanaan Pendataan secara integrasi di wilayah Kabupaten Maluku Tenggara Barat secara khusus Penyebaran data yang tidak bisa terakumulasi sangat terhambat dari faktor Penyebaran Sekolah-sekolah antar kepulauan, dan sarana transportasi dan komunikasi yang belum memadai.

Kabupaten Maluku Tenggara Barat terdiri dari 5 (lima) Gugusan Kepulauan yaitu: Tanimbar, Lemola, PP.Babar, PP. Terselatan yang terbagi kedalam 17 (tujuh belas) Kecamatan yang terpisah oleh Laut sehingga kabupaten ini dijuluki sebagai Kabupaten Kepulauan.

Dengan demikian senantiasa diharapkan pendampingan secara integrasi lewat P2P (Person to Person) P2M (Person to Mail) dan P2R (Person to RadioLink) memberikan dukungan yang nyata dalam penyatuan persepsi tentang Pelaksanaan Jaringan Pendidikan Nasional (Jardiknas) di wilayah Kabupaten Maluku Tenggara Barat guna pemerataan, dan perluasan akses pendidikan. meliputi :

- Jaringan Pendidkan Nasional (Jardiknas) dengan tahap pertama pengadaan sarana infrastruktur ICT dan Operasional di Kabupaten/Kota di Kabupaten Maluku Tenggara Barat mendapat 2 (dua) lokasi Bantuan, yang pertama di Kantor Dinas sebagai Pendataan Pendidikan, sedangkan di SMK Negeri 2 Saumlaki sebagai ICT Center.

- Program Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Penomoran secara Unik/Khusus dan Abadi Bagi Siswa (Nomor Induk Siswa Nasional)/NISN, Guru (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan)/NUPTK, dan Sekolah (Nomor Pokok Sekolah Nasional)/NIPSN mendapat bantuan secara bergulir

- Pendataan Sarana dan Prasarana Sekolah, Siswa dan Pemelajaran dari TK, SD, SMP, SMA/SMK, PLB, PLS lewat Pangkalan Data dan Informasi WebServer 2007 (Padatiweb)yang dilaksanakan oleh Kelompok Kerja Pendataan Diknas Kab/Kota mendapat Bantuan Sarana Infrastruktur dan Operasional;

- Creative Networking Service, merupakan keberlanjutan program yaitu penyedia layanan/Prasarana Penunjang bagi Sekolah maupun instansi atau lembaga terkait yang berada di Kabupaten/kota

Dari beberapa penjelasan program nasional di sektor pendidikan merupakan ADOPSI data dan informasi bagi pengambil kebijakan secara menyeluruh bagi peningkatan dan pengembangan Pengelolaan Pendataan secara Online Terpusat di daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat

Pelaporan ini berdasarkan :

1. Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Nomor 420/85/2006 tanggal 20 Mei 2006 tentang Pembentukan Tim ICT, TV Edukasi dan Mapping Pendidikan di Kabupaten Maluku Tenggara Barat

2. Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Nomor 800/706/2007 tanggal 30 Nopember 2007 tentang Kelompok Kerja Pendataan Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

3. Surat Rekomendasi Nomor: 824.6/135/2008 tanggal 11 Pebruari 2008 tentang Pendamping Perencanaan ICT di Kabupaten Maluku Tenggara Barat

4. Surat Nomor 2129.3/G4/LL/2007 tanggal 3 September 2007 jo PT. Murfa Surya Mahardika (MSM) Consultan Nomor 193/F/MSM/September/2007 tentang Bimbingan Teknis Pendataan Pendidikan (Kordinator Lapangan) Kabupaten Maluku Tenggara Barat

5. Surat Nomor: 31160/A2.3/PR/2008 tanggal 28 Mei 2008 tentang Optimalisasi Data Pokok Pendidikan Nasional Depdiknas.

Adapun maksud laporan ini adalah untuk mengarahkan dan menjelaskan segala kondisi, Program dan kegiatan Pendidikan secara Nasional yang telah/akan dilaksanakan di Kabupaten Maluku Tenggara Barat guna terlaksananya KEBIJAKAN Pemerataan dan Perluasaan Akses Pendidikan oleh Pemerintah Daerah.

Adapun tujuan laporan ini adalah dalam rangka mewujudkan pendidikan secara efektif dalam mendorong pembangunan yang proporsional dan terintegrasi serta sebagai salah satu percontohan pelaksanaan Program IT 2008 menuju Pencanangan Saumlaki Online IT (SoIT) dalam pelayanan publik secara transparansi dan akuntabel oleh Instansi/Dinas/Badan di lIngkup Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

PERSONAL SERVICE LINK!


Sejarah Garuda (LUS) Versi 1, Sejarah Garuda (LUS) Veri 2.Foto Family’s di ManadoTinjaun Perspektif Budaya LokalBasic Eudaction Project Loan IBRD 4455-IND/Ida Credit 3188-INDPrioritas Pembangunan Tahun 2008, Laporan Pendamping ICT 2008Konsep Dasar ICT Kabupaten Maluku Tenggara Barat


Proses Validasi Data Dapodik

September 27, 2008

Proses Validasi Data Pokok Pendidikan Nasional telah dilaksanakan sejak tahun 2006 hingga sekarang per 27 September 2008 masih banyak yang perlu dirubah dan di upload kembali mengingat kondisi yang dialami oleh para operator Dapodik dan Tim Teknis adalah pengembalian database nama-nama siswa terhambat dari situasi alam dan kondisi kepulauan yang sangat sulit sarana dan prasarana transportasi.

Dasar validasi perubahan yang ditentukan deadline pada tanggal 01 oktober 2008 oleh Tim Dapodik Pusat,… disini kami melaporkan bahwa kondisi pendataan sedang berlangsung kearah perbaikan. dan pembenahan nama-nama sekolah maupun siswa yang mengalami pendobolan terhambat dengan distribusi data siswa yang baru.

Operator dapodik yang sekarang mengupload data terdiri dari 2 orang staf dan 1 orang pendamping perencanaan kabupaten maluku tenggara barat.

Salam,

Ernes A. Falikres

Pendamping kabupaten 2008


Kesimpulan & Rekomendasi

September 25, 2008

Kesimpulan

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa membangun Kabupaten Maluku Tenggara Barat mengarah ke Good Government harus dengan ICT, sehingga dibutuhkan sebuah konsep yang matang untuk membangun dan atau mengatur infrastruktur information and communication technology (ICT) menuju Saumlaki Online IT (SoIT) dengan berbagai aset yang dimiliki :

§ Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Saumlaki masih sangat pesat, sesuai dengan laju pertumbuhan penduduk, social dan ekonomi. Sehingga diharapkan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara Barat mengatur system pemerintahan dengan memanfaatkan Saarana ICT sebagai prasarana dan sarana utama dalam pengembangan kedepan untuk mendapatkan data dan informasi yang integral, lengkap serta akurat.

§ Beberapa Dinas masih dalam persiapan melakukan perubahan paradigma dari system yang konvensional ke system pemerintahan modern untuk meningkatkan kecepatan layanan & mudah, sehingga dapat memberikan pelayanan informasi terpadu.

§ Kecenderungan dan analisa SWOT kedepan yang dijelaskan perkembangan ICT di Kabupaten Maluku Tenggara Barat menjadi jauh lebih besar dibandingkan kabupaten/kota lain akan menambah tingkat pertumbuhan wilayah yang jauh lebih cepat, sehingga sangat dibutuhkan pelayanan yang cepat pula.

§ Pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi sangat dipengaruhi oleh banyak factor, seperti social, ekonomi, phisik infrastruktur yang sudah ada di Saumlaki, sehingga membutuhkan survey dan kajian yang rumit dari masing-masing dinas yang ada dibawah naungan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara Barat yang dikoordinasi oleh Dinas Infokom Saumlaki.

§ Dengan ICT dapat menciptakan budaya transparan dan akuntabel serta merupakan media promosi yang handal.

Rekomendasi

- Perlunya pengkajian dan pembentukan Lembaga Tim Teknis ICT Center Pemda dalam Bagian yang akan dibentuk, atas semua aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan pemanfaatan dan Pengelolaan ICT, yang telah dikembangkan oleh Dinas Pendidikan, Dinas Infokom.

- Perlunya penyusunan suatu strategi praktis untuk memfokuskan pengembangan Local Area Network (LAN) infrastruktur jaringan ICT di masing-masing Dinas agar terintegrasi, sehingga mudah untuk dikembangkan ke tingkat Wide Area Network (WAN)

- Melakukan tahapan awal koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait untuk membahas data-data yang diperlukan oleh masing-masing instansi beserta format laporan yang akan dipergunakan, untuk membangun sistem data yang dapat digunakan secara sinergi dan terintegrasi.

- Kebutuhan Hardware, Software dan Brainware yang perkembangannya sangat pesat hendaknya mendapat perhatian khusus oleh Pemerintah Daerah, sehingga perlu adanya pertemuan bersama antar lintas dinas yang di koordinasi oleh Bagian yang telah dibentuk, untuk menghindari in-efisiensi.

- Dibutuhkan dukungan manajemen keuangan (Dana) yang handal untuk mengelola dan mengatasi segala permasalahan yang ada di Kota Saumlaki, khususnya di bidang Telekomunikasi, yaitu Pengadaan Peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk menghindari benturan antara berbagai kepentingan yang ada.

- Perlunya menyusun strategi yang memfokuskan pengembangan infrastruktur jaringan ICT selain di kota Saumlaki, agar dapat terintegrasi dengan beberapa kecamatan lain. Sehingga data dan konten lain dari sistem yang akan dibuat dapat memenuhi kebutuhan pemerintah daerah, secara regional dan nasional.

- Dengan mergernya Dinas Infokom ke salah satu Bidang dalam Lingkup Dinas Perhubungan maka, perlu mengoptimalkan Bidang Postel selama ini tidak memiliki suatu Program dan Kegiatan yang khusus.


Hello world!

September 25, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!