October 6, 2009
Perkembangan IT tidak bisa dipungkiri telah merambat dalam seluruh aspek kehidupan. PerkembanganIT juga diibaratkan sebagai Media Katalisator dalam Informasi dan Komunikasi. Mau dan tidak mau IT akan berkembangan sejalan dengan keingin tahuan manusia akan mencapai suatu pelayanan secara garis linier terarah kepada pencapaian hidup yang sejahtera dan layak.
Salah satu media informasi adalah jembatan atau pusat terjadinya transaksi informasi yang akan memberikan penyebaran informasi kepada publik.
Saumlaki akan menghadapi berbagai tantangan perkembangan pembangunan informasi dan teknologi semakin pesat dan tidak terasa akan membawa dampak bagi seluruh aspek kehidupan di Saumlaki. Menyadari itu lewat Dinas terkait bekerja sama dengan Badan Informasi Publik memberikan Bantuan Kegiatan Operasional Penyebaran Informasi Publik. dan juga belum go publik. untuk kehadiran SMC (Saumlaki Media Center) memberikan peluang informasi guna menunjang pola pikir pembangunan kedepan. salah satu halaman memberikan tanya jawab (Bupati Menjawab)

4 Comments |
Konsep SoIT, Pendidikan dan Pelatihan, Uncategorized |
Permalink
Posted by ernesfalik
September 29, 2009
SMK Negeri 1 Saumlaki Selangkah lebih maju yaitu proses pemelajaran dengan menggunakan metode pemelajaran program komputerisasi yakni Exelearning yang dikembangkan oleh University of Auckland yang diterapkan sejak tahun 2006 dengan metode ini memudahkan staf pengajar dan siswa untuk menelah materi-materi yang disajikan dengan tampilan pendukung firefox. Exelearning di kembangkan oleh Sandy Britain, Wen-Chen Hol, Sean Kehinde, William Leizerowicz, Jenny Lin, dkk support by CORE Education, and Previous Support by University of Auckland, Auckland University of Technology and Tairawhiti Polytechnic.

Beberapa tanggapan dari para siswa tentang pola pemelajaran ini sangat bermanfaat karena materi pemelajaran yang didapat langsung diadakan
ingin info lanjut klick Readmore:… Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
Pendidikan dan Pelatihan |
Permalink
Posted by ernesfalik
September 28, 2009

Created by: Peter Canis Crystaal, SVD
Arti dan Lambang Logo
Salib dan Hati: Perjuangan penuh kasih cinta , misionaris hati kudus
Alkitab : Misi merwatakan kitab suci/injil
Perahu: symbol filosofi negeri tanimbar, Media Pengantar Sang Misionari
Gelombang: Medan arung penuh tantangan Sang Misionaris
Tulisan 100 1910-2010 Fakta Historis 100 Tahun Misi
Misi Katolik Tanimbar : Hadir, Berkembang tanpa batas, Senantiasa terbuka Sepanjang segala zaman.
Deskripsi: Ditengah medan penuh tantangan, Sang Missionaris hati Kudus, menuju dan tiba di Negeri Tanimbar, Berjuang penuh kasih cinta Dalam misi perwartaan injil. Pada Tahun 1910 Misi Katolik Tanimbar : Hadir, Berkembang tanpa batas, Senantiasa terbuka Sepanjag segala zaman.
Leave a Comment » |
Uncategorized |
Permalink
Posted by ernesfalik
September 26, 2009
Benang Merah Saat Penyerangan…
Penyerangan Adaut… Tidur di Tanjung jambori turun di Lakateru masih dekat, jadi datang di Wetole Sifnana (Malirmasele sebagai Duan) Sifnana Weidas (Kampung Lama Sifnana) Lerebulan… diambil dari Latdalam… beberapa hari… lanjutkan perjalanan kembali karena dekat dengan Adaut akan menyerang kembali… sampai di Amdasa Tanjung Kalkoi su malam cari air mau minum (bawa guci masih ada sampai sekarang) pergi cari air mereka seng dapat pulang kembali… lalu kase tahu seng ada air… guci ditinggalkan namanya NgusLalaur (Cari air)… tiba di Sangliat Krawain sungai Batmafut… yang bungsu namanya Ken Nawak bilang ke kakak saya ini ada Boba (Kaskado) saya tinggal dekat sungai setiap pagi sore saya bersihkan luka-luka ini… lalu mereka meneruskan perjalanan langsung ke Tubun Oryoin langsung ke Kilmasa Ken Rawan Kakak Kedua tengah hari mereka haus minum kelapa hanyut mereka lihat sungai kecil (Mata air kecil) ada kucing minum air lalu mereka minum air… lalu pulang ke kampong kaka saya tinggal disini dan kaka mau teruskan perjalanan dengan Kaka Atafun dan Lorfan kembali ke Oryoin Tubun melakukan jalan ke Hutan bernama Ulsolnar (Webosik) Manusia Kepala Tajam… (Orang Lerebulan kepala Panjang Kebalakng)…(Bukti su Pencuri oleh…)… Turun cari meti ada lihat satu orang tuan sedang bameti di pantai Lamol / Batnyame…. Orang tua Malayamin Aselu (Bpk dari 5 Saudra/ Moyang dari Berasadi Bapaknya Ken Fuful) (Ken Aselu) dari Krawain… Orang tua itu dari Bukjalim Ken MetinNdruin… bertanya ke orang tua tersebut… ditanjung sana ada orang ka seng… Io ada orang disebelah, Ken Aselu pesan ke orang disana besok kita ketemu di tanjuung sana (Ken Akonamin-Arlyaku) dari Batjase,… kemudian besok harinya Ken Aselu tunggu di tanjung sana Pagi hari… jam tiga lewat baru dong datang… Kenapa beta su tunggu lama kenapa lama sekali baru dating… besok hari baru ketemu lagi…esok harinya mereka berunding untuk menebang hutan untuk buat kampong baru (Nus) dan mereka memanggil keluarga untuk tinggal di tanjung (Tubun)… Berunding kembali kase nama apa?… karena saya duluan (Ken Aselu), saya tunggu tidak dating, dan saya pertama maka saya kase nama JEMPORi yaitu dinamakan dari Kampung Lama di LatdALam Jembori… bersama sama tinggal dengan adik Ken Atafun… Lalu buat Natir dinamakan RESITALU sedangkan yang menduduki sebagai perahu yang dimuka itu orang tua nama Ken Awalun… ditengah sebagai tuan adat. Ken Salokw, yang dibelakang perahu Ken Saratu yang fandirin resitalu adalah Loran (Ken Wan namayar)… Hidup hingga beranak cucu… pada waktu itu ada satu burung LUS hinggap ditanjung Jembori kebetulan ada orang tua satu nama Ken Salil menangkap burung itu lalu pelihara sampai Besar sampai menangkap anak-anak pung kepala sehingga waktu itu Burung itu hinggap dipohon besar namanya Walyeuw dan Orang Tua Ken Akonamin mendapatkan burung itu lalu memberitahu orang orang disitu bilan ke tiga orang namanya: 1. Ken Salil, 2, Ken Salokw, 3. Ken Awalun dengan Ken MetinNdruin berunding bersama-sama bertanya kepada Tuan Burung (Ken Salil) karena sudah makan manusia (anak2) burung itu harus dimatikan lalu mereka berunding untuk panah burung itu… lalu tuan burung memberikan izin untuk panah burung itu dan mereka berunding untuk doa untuk panah burung itu yang mendoakan adalah Ken Akonamin Arlyakuw (Batjase) yang panah adalah Ken Metin Ndruin (Bukjalim)… Panah dan mati lalu bawa ke Tuan Burung untuk dipotong dia lalu dibagi atas lima (5) selu (Bakul) ke 5 Kampung yaitu: Krawain (Jantung/Menara Dalam), Bukjalim, Batjasse (Kepala), Thamrian, dan Kelaan… lalu untuk mempersatukannya maka diberikan nama Alusi… (O’lusi)hingga sebutan Burung dialek Nus Bab… Nus Das (Alusi)…
continued…
Leave a Comment » |
Sejarah LUS (GARUDA) |
Permalink
Posted by ernesfalik
September 24, 2009
Kemiskinan PP. Terluar Dalam Paradigma Pembangunan Otonomisasi Daerah khususnya pulau-pulau terluar yang tergolong keterbatasan SDM, sarana, dan prasarana Secara umum kemiskinan didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk memenuhi standar hidup minimum. Kemiskinan juga hadir karena belum menikmati sepenuhnya pembangunan, tahapan-tahapan untuk mencegah kemiksinan di berbagai daerah merupakan masalah utama dalam pembangunan. Seindah, secantik program dan kegiatan yang dilaksanakan tanpa kajian dan studi kelayakan guna keluar dari kemiskinan merupakan tugas utama atau prioritas dalam pembangunan yakni pengentasan kemiskinan. Secara phisycal kemiskinan terjadi karena belum mendapatkan informasi secara non physical yakni perubahan-perubahan pola piker (rethinking) yang terjadi dalam kehidupan diberbagai sector: Pendidikan, Pertanian, bercocok tanaman, perikanan dan penangkapan karena masih menggunakan pola-pola restrukturisasi lama sehingga tidak ada nampak dalam (revitalisasi) di berbagai sector kehidupan kemasyarakatan guna mencapai kesejahteraan. Kemiskinan mencapai kesejahteraan bisa terwujud apabila keempat factor diatas terpenuhi…??? Benarkah…
apakah PP. Teluar merupakan teras masuknya INDONESIA??…
Leave a Comment » |
Uncategorized |
Permalink
Posted by ernesfalik
September 7, 2009
Development of Information and Communication Technology is not irrespective of where the dynamics is a very rapidly developing.
Technology needs to be understood as a requirement of life that can produce a feasibility for the welfare of life, without the knowledge and skills will not develop in line with the era of globalization.
Skills and knowledge need to be prepared in the initial phase of a process of development planning, WANT and Development did NOT WANT to be more directed or carried out by the Government in order to create the situation of cultural information to the establish of Information Society Group.
Read the rest of this entry »
2 Comments |
Uncategorized |
Permalink
Posted by ernesfalik